AS Roma 4-2 Liverpool (Agg 6-7): Tim asuhan Jurgen Klopp akan bertemu Real Madrid di final Liga Champions

Sebelas tahun setelah usaha terakhir mereka di Athena, Liverpool mencapai babak final Liga Champions untuk kali pertama, dengan perolehan skor agregat 7-6 dan meskipun secara dramatis kalah di semifinal leg kedua dari AS Roma. Tim asal Merseyside akan tampil di Kiev pada 27 Mei mendatang dengan sejuta harapan sang manajer mampu membawa mereka merebut piala keenam dari kompetisi ini.

Dengan keunggulan 5-2 di pertandingan leg pertama di Anfield, Liverpool meredakan ketegangan di babak awal saat pemain asal Senegal, Sadio Mane mencetak gol pembuka di menit ke-9 setelah Radja Nainggolan melakukan kesalahan. Ini merupakan gol kesembilannya dalam hanya 10 penampilan di Liga Champions, tidak ada pemain lain yang mencetak lebih banyak dalam 10 pertandingan dalam kompetisi Liga Champions, dan ini merupakan perolehan yang sama dengan Harry Kane dan Simone Inzaghi.

Memasuki menit ke-15, James Milner yang bernasib buruk mencetak gol bunuh diri setelah Dejan Lovren mencoba mengamankan bola dan justru mendarat di kepala James Milner dan masuk ke gawang Karius, ini merupakan hadiah bagi Roma untuk menyamakan kedudukan dan membawa mereka kembali ke perebutan kemenangan pertandingan semifinal.

Harapan bagi Roma untuk kembali unggul dipatahkan oleh Georginio Wijnaldum di menit ke-25 setelah pemain asal Belanda ini memanfaatkan pertahanan yang buruk dari Roma setelah pemain bertahan mereka, Federico Fazio yang gagal menghalau bola dengan sempurna dengan sundulan dari tendangan sudut. Bola pun mengarah tepat ke Wijnaldum dan diselesaikan dengan sundulan yang sederhana untuk memberikan gol kedua bagi Liverpool pada malam tersebut.

Di babak kedua, Roma mencetak sebuah gol di menit ke-52 setelah Alexander-Arnold gagal menghentikan El Shaarawy yang meloloskan diri darinya dari sisi kiri dan memaksa Karius untuk melakukan penyelamatan dengan meninju bola yang justru mendarat tepat ke Edin Dzeko, dan pemain asal Serbia tersebut mencetak gol untuk menyamakan kedudukan dari jarak dekat.

Ketika harapan mulai muncul bagi tuan rumah, Radja Nainggolan memberikan keunggulan bagi Roma melalui tendangan jarak jauh di saat pertandingan hanya tersisa empat menit. Pemain tengah tim nasional Belgia tersebut pun kemudian kembali mencetak gol, kali ini melalui tendangan penalti yang dihadiahkan oleh wasit karena Trent Alexander-Arnold menghalangi Stephan El Shaarawy mencetak gol dengan tangannya. Gol Nainggolan tersebut membuat Roma hanya tertinggal satu gol untuk memaksa digelarnya babak tambahan, namun ternyata gol tersebut merupakan peluang terakhir bagi Roma.

Kemenangan ini membawa Liverpool mencetak perolehan gol untuk musim ini di semua kompetisi sebanyak 130 gol, yang merupakan gol terbanyak kedua dalam semusim, hanya tertinggal 8 gol dari musim 1985/1986 ketika mereka meraih kemenangan ganda. Pertandingan semifinal ini secara total mencetak 13 gol, ini merupakan hasil tertinggi dalam sejarah semifinal Liga Champions, mengalahkan hasil pertandingan Monaco melawan Juventus yang berakhir 4-6 pada tahun 1998. Pertandingan final Liga Champions akan mengulang sejarah final Piala Eropa tahun 1981 yang menghantarkan Liverpool sebagai juara setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 1-0.

(Sumber foto: Standard.co.uk)

Asian Predict
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0